Produk KRL i9000
Kereta Rel Listrik i9000 (KRL KfW) adalah kereta rel listrik AC produksi PT INKA, Madiun yang beroperasi di lintas Jabodetabek. KRL ini dibeli oleh Kementerian Perhubungan Indonesia (Kemenhub) sejumlah 40 unit (10 set), dan disponsori oleh bank milik Pemerintah Federal Jerman, yakni "Kreditanstalt für Wiederaufbau" (KfW), yang namanya diidentikkan dengan KRL ini.[1] PT INKA bekerjasama dengan Bombardier Transportation
untuk membuat KRL ini dan selesai pada tahun 2011. Total 40 unit (10
set) berformasi 4 kereta mulai diboyong dari pabrik PT INKA, Madiun ke
Jakarta dan melalui serangkaian ujicoba untuk melihat performa dan
kehandalannya.
Pada awal tahun 2013, KRL yang bentuknya mirip dengan KRL-I ini menjalani ujicoba operasi sebelum dioperasikan pada saat ini.
Karena hanya berformasi 4 kereta per set-nya, 2 trainset (TS)
akhirnya digabung menjadi satu sehingga menjadi 8 kereta per set-nya.
Set pertama beroperasi adalah gabungan TS1+TS2 dan TS9+TS10 pada tanggal
19 Februari 2013, disusul TS3+TS4 dan TS5+TS6 pada tanggal 7 Maret
2013, serta TS7+TS8 pada tanggal 27 Maret 2013. KRL ini juga sempat
dioperasikan dengan rangkaian set tunggal (1 TS), untuk KRL Feeder
sebelum dioperasikan bergabung 2 TS untuk memenuhi formasi 8 kereta
dalam 1 rangkaian.
Pada awal ujicoba operasi, KRL ini hanya berdinas di lintas Duri-Tangerang, Tanahabang-Maja, serta Feeder lintas Kampung Bandan-Jakarta Kota dan Manggarai-Tanahabang-Kampung Bandan-Jakarta Kota, semua pp. Namun kini beroperasi juga di lintas lainnya di Jabodetabek.
KRL ini meskipun merupakan KRL dengan AC terdingin, namun KRL ini
sempat ditarik ke PT INKA akibat beberapa masalah kehandalan seperti
mogok, namun akhirnya kembali beroperasi lagi saat ini, meskipun hanya
sebagai KRL Feeder dan jarang berdinas di lintas yang padat. Beberapa
set KRL KfW masih disimpan di Dipo KRL Depok.
l ini hasil kerja sama antara PT.INKA sebagai industri perakitan kereta
api indonesia dengan Bombardier AG, Dimana motor traksi dan sistem
kendali krl ini di pasok oleh Bombardier AG, sedangkan body,kelistrikan
dan interior di kerjakan oleh PT.INKA. Hendy Indratno Adji sebagai
Direktur komersil INKA mengatakan krl buatan inka secara konten
menggunakan 70% sampai 75% komponen yang di buat di dalam negeri hasil
karya putra-putri indonesia. Selain itu krl yang di produksi di dalam
negeri bisa juga memberdayakan sumber daya lokal dan bisa menciptakan
lapangan pekerjaan.
Design Eksteriornya tidak beda jauh dengan KRL Produksi PT. INKA sebelumnya, KRL-I Prajayana.
Cuma bagian muka KRL saja yang terlihat berbeda. Perbedaan yang
mencolok adalah banyaknya lampu pada KRL KfW ini. Jika dihitung ada 12
buah lampu baik lampu semboyan atau Headlight yang menempel di muka KRL
ini.
Komentar
Posting Komentar